GaleriTV Channel

Monday, 16 December 2013

Hari itu, di kampung Alun-Alun, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, sebuah lingkungan yang terdiri dari sembilan rumah joglo, kain lawasan menjadi sebuah reason. Ia hadir untuk memberikan sebuah wawasan baru, cerita baru, yang sebenarnya tidak baru. Di antara dua gerbang (two gates), ia hadir untuk menuntun kita, mengenal lebih jauh tentang batik Indonesia. Menyelami sebuah sejarah, kisah, dan cerita di balik selembar kain lawas, sembari mengajar kita tentang suatu rasa layaknya sebuah jogla tua (omah ropingen).

Sesuatu yang tak terpikirkan sebelumnya. Ia hadir membawa rasa sejuk, adem, dan teduh, seperti angin di musim karo. Ia pun bladus, hangat, dan berdebu, seperti teriknya hari di pesisir utara tanah Jawa. Tapi just for a season, seperti tahun-tahun yang telah berlalu, ia memberi sebuah kenangan yang tak akan terlupakan pada selembar kain batik lawasan.

Kain lawasan sebagai material utama, tampil demikian unik dan modern ketika disulap menjadi cardigan berdetail pulled-thread dengan lengan 3/4. Menjadi semakin menarik ketika dikombinasi dengan t-shirt berkerah halter-neck dan midi-pants beraksen draped pada sisinya, ditambah obi lebar di bagian pinggang. Sehingga menimbulkan kesan chic-androgyny yang seolah hadir dari masa silam.

Casual dress berwarna gradasi biru ini tampil harmonis dalam siluet mididress. Inilah kombinasi kain lawasan motif mega mendung dan jarik gendong bermotif flora dengan teknik asymetric¬-cutting, menjadi busana bagi wanita muda yang simpel dan feminim dalam kesempatan santai dan non-formal.

Paduan bolero berbahan kain lawasan berdetail embroidery yang di-trim secara natural dengan long-dress hitam, menjadi tampilan busana yang simpel dan elegan.

Ide Korean style, sebagai konsep dasar, hadir dalam bentuk wrap-dress berbahan kain lawasan katun beraksen tali lebar yang dapat diikat menjadi pita pada bagian dada, merupakan aksen yang menjadi sentuhan akhir pada tampilan busana yang simpel dan feminim.

Busana kasual two pieces yang dinamis, menjadi pilihan dalam koleksi kali ini. Warna-warna cerah dari kain lawasan dan gelap dari kain tenun tradisional, menjadi kekuatan serta daya tarik utama. Terefleksi pada paduan antara atasan loose-blouses berlengan pendek berdetail trim motif dan wrap-skirt yang diaplikasikan dengan menggunakan teknik cutting yang unik.

Kain lawasan kembali diolah dalam bentuk simple cardigan diperkuat finishing berupa trim brocade. Feminim sekaligus maskulin terefleksi saat dipadukan dengan wrap-pants yang diaplikasi menggunakan teknik cutting yang unik, seolah kain lawasan yang terlahir kembali dalam modernitas masa kini.

Teks: Tyas Santhi Fatmasari

Profil Desainer:

Berawal dari ketertarikan dan kepedulian pada kelestarian kain batik lawasan (lama), Dayu Jiwa, perempuan energik ini, menceritakan kisah di balik karya-karyanya. Menurutnya, kain-kain lawasan itu hadir untuk menuturkan kisah tentang kehidupan yang sarat akan nilai kesetiaan, kesabaran, ketekunan, serta kegigihan orang-orang masa silam. Nilai-nilai tersebut yang jika dipahami dan diterapkan secara menyeluruh, akan membuat jiwa kita menjadi pribadi yang kokoh, tulus, dan penuh kasih. Hal itulah yang pada akhirnya mendorongnya mendirikan bran yang diberi nama Batik Ijen Lawasan.

Batik Ijen Lawasan, hadir dalam konsep desain ready to wear yang khusus dibuat bagi wanita aktif dan dinamis dengan tampilannya yang simpel, casual-chic, elegan dan menarik. Produknya menggunakan kain lawasan pilihan yang dikumpulkan dari berbagai desa di tanah Jawa. Meskipun kain lawasan yang digunakan memberikan kesan klasik, namun diolah sedemikian rupa mengikuti tren masa kini, sehingga mampu diterima oleh setiap kalangan dan tingkat usia serta bentuk tubuh wanita yang sangat beragam.

Batik Ijen Lawasan juga memberikan prestise bagi pemakainya, mengingat bahan bakunya yang terbatas, serta efek lawas yang membawa keunikan tersendiri pada setiap kainnya. Meskipun model bisa saja dibuat serupa satu sama lain, namun tetap hanya akan ada satu warna, untuk satu motif, dan satu ukuran, sehingga membuatnya menjadi produk yang limited serta ekslusif.

“Orang boleh kata, kain lawasan akan pudar. Namun selama napas masih di badan, ia akan tetap ada dan menjadi sebuah nyanyian kelana di hati, di tengah hiruk pikuk galaunya jiwa-jiwa sunyi dan mencari sang pemilik sejati untuk sebuah lifetime,” ujar Dayu Jiwa.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Subscribe