GaleriTV Channel

Saturday, 22 February 2014

Lain adat, lain pula rumah adatnya. Seperti yang telah diceritakan di awal, rumah tradisional atau rumah adat di Nusantara sangat beragam. Rumah tradisional Nusantara memiliki nilai estetik dan bentuk, serta nilai filosofi yang berbeda-beda, tergantung dari adat tradisi dan kondisi lingkungan masing-masing daerah. Dan siapapun tahu, rumah adat atau rumah tradisional merupakan bagaian tak terpisah dari keanekaragaman budaya Nusantara.

Keragaman yang memunculkan perbedaan, yang pasti bukan untuk memilah-milah mana yang lebih indah, mana yang lebih hebat. Perbedaan yang ada, justru lebih tepat dipandang sebagai kekayaan Nusantara. Itulah keelokan Nusantara, berbeda-beda namun satu dalam nama Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia pun semestinya menghargai dan membanggakannya sebagai identitas bangsa.

Membicarakan rumah tradisional atau rumah adat memang menarik. Di kala rumah-rumah tradisional itu dibanggakan sebagai indentitas dan kekayaan budaya bangsa, dengan segala kandungan filosofi dan estetikanya, di saat ini juga keberadaannya justru telah semakin berkurang. Hal ini tentulah disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti telah berubahnya pola pikir dan gaya hidup masyarakat yang menjadi lebih modernis dan praktis, serta semakin meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Di zaman sekarang ini, yang tampak berkembang adalah rumah-rumah bergaya modern. Rumah berarsitektur modern mengadopsi nilai-nilai kepraktisan dan sering kali justru mengacu pada budaya luar. Namun demikian, gairah untuk mencintai dan melestarikannya pun muncul kembali pada masyarakat.

Menyelipkan gaya-gaya arsitektur rumah tradisional atau rumah adat pada bangunan modern bahkan telah menjadi sebuah gaya hidup. Meski hanya mengadopsi sebagian corak-corak dan ciri khas rumah tradisional, toh itu merupakan wujud penghargaan atas kekayaan budaya, tradisi dan adat bangsa ini. Modernitas memang tak terelakkan yang menyebabkan adanya perubahan pola pikir masyarakat Nusantara. Dampaknya pun terealisasi salah satunya dalam hal arsitektur rumah.

Wujud penghargaan dan kecintaan yang besar, selain itu, juga diwujudkan masyarakat Indonesia dengan merawat dan menjaga rumah-rumah tradisional warisan, yang sampai sekarang masih ada. Bahkan untuk alasan dan kebutuhan tertentu, rumah baru dengan gaya arsitektur rumah tradisional atau adat, juga kerap dilakukan.

Ungkapan penghargaan dan kecintaan yang besar terhadap rumah tradisional, warisan budaya nenek moyang, tercermin dan terungkap pula salah satunya dari keberadaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di sanalah kehebatan pola pikir leluhur masyarakat Nusantara dalam membangun rumah, diwujudkan. Keberadaan rumah-rumah tradisional di Taman Mini Indonesia Indah, tentu juga sebuah upaya menjaga keberadaannya di zaman sekarang agar tradisi tetap dikenali generasi-generasi baru zaman sekarang.

Tak jauh berbeda dengan semangat pembangunan rumah-rumah tradisional di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, kini di Desa Sidan, Gianyar, Bali, pun telah dibangun Taman Nusa. Memang ada bermacam bentuk ungkapan penghargaan dari anak bangsa dalam melestarikannya. Kecintaan serta semangat pelestarian rumah-rumah tradisional itu, adalah api yang memicu dibangunnya Taman Nusa.

Taman Nusa merupakan sebuah taman wisata budaya yang dibangun oleh seorang anak bangsa untuk merunutkan perjalanan sejarah Nusantara dalam hal bangunan atau seni arsitektur dari masa ke masa, mulai dari zaman prasejarah hingga Indonesia di masa mendatang. Taman wisata budaya ini ingin menunjukkan arah perkembangan tradisi arsitektur budaya yang mencapai puncaknya, melalui ungkapan arsitektural.

Menempati lokasi 15 hektare di tebing pegunungan, di sebagian besar lahan Taman Nusa berdiri Kampung Budaya. Di sana terdapat 70-an bangunan rumah tradisional, khas seluruh daerah di Nusantara. Beberapa di antaranya bahkan merupakan rumah asli yang sengaja dibawa dari daerahnya yang telah berusia ratusan tahun.
Pendirian Taman Nusa memang untuk memberikan pengetahuan menyeluruh kepada anak negeri khususnya, dan bangsa lain tentang budaya dari berbagai etnis Nusantara. Misinya adalah sebagai sarana pelestarian dan didaktika untuk lebih memahami budaya Indonesia.

Di sana, pengenalan budaya bahkan tidak hanya dari representasi bangunan fisik rumah-rumah tradisional tersebut, tetapi juga dari kegiatan sehari-hari para penghuninya menyangkut adat dan tradisi masyarakat Nusantara. Selain untuk tujuan-tujuan itu, Taman Nusa juga dijadikan sebagai tempat rekreasi, berwisata sambil mengenali budaya Nusantara, khususnya dari rumah-rumah adat atau tradisional secara lebih menarik dan interaktif.

Taman Nusa di Bali serta Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, merupakan satu contoh bagaimana budaya Nusantara ini disadari sebagai kekayaan. Dengan contoh-contoh pelestarian tersebut, bangsa Indonesia sebenarnya diajak untuk kembali ke akar budaya. Diajak untuk percaya pada jati diri bahwa bangsa Indonesia punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Kalau masyarakat Indonesia mau mengelola budaya, barang kali orang lain akan datang dan belajar banyak bangsa Indonesia. Setiap bangsa memang punya kelebihan, dan Indonesia juga punya kelebihan, yaitu budaya.

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Subscribe